
Tulungagung – Desa Rejoagung menjadi saksi atas sebuah perayaan luar biasa yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2023. Ratusan santri dari pesantren Al Azhaar Tulungagung turut serta dalam memeriahkan kegiatan Pawai Kebhinekaan yang telah menjadi event tahunan ini. Acara ini bukan hanya tentang merayakan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga tentang menghargai keragaman yang menjadi kekayaan negara ini. Dengan mengusung tema “Pawai bhineka dan cita-cita” ini, para santri Rubat Al Azhaar Tulungagung memakai berbagai macam pakaian adat Indonesia, ada santri yang mengenakan pakaian dari adat Jawa. Ada juga para santri yang mengenakan pakaian dari berbagai macam profesi, seperti dokter, guru, polisi, TNI, Koki dan masih banyak lagi . Ini adalah contoh nyata juga cerminan betapa Indonesia adalah rumah bagi berbagai keyakinan dan budaya yang hidup berdampingan secara damai, dan Rubat Al Azhaar telah menunjukkannya dalam acara kali ini. Tentu semakin banyak jenis pakaian yang digunakan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Pawai Kebhinekaan Al Azhaar Tulungagung ini diawali dengan acaraa pembukaan, bacaan yasin tahlil untuk Almh. Ustadzah Ummu Lia, tampilan panahan, sambutan-sambutan, doa dan selanjutnya yaitu keberangkatan. Santri-santri, dengan pakaian adat daerahnya masing-masing, berkumpul di hall SMA Al Azhaar. Begitu pula dengan para santri Rubat yang berjumlah sekitar 23 Anak, mereka membawa spanduk, bendera merah putih kecil, dan atribut pelengkap lainnya. Para santri nampak sangat bahagia dan antusias untuk mengikuti kegiatan pawai ini.

Para wali santri Rubat juga tak kalah antusias dengan mengenakan pakaian senada berwarna merah-putih dan juga topi yang dimodifikasi sangat cantik. Topi dengan gambar bulu-bulu angsa yang dibentuk seperti mahkota nampaknya sekarang sedang trend. Para wali santri Rubat nampak sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Salah satu hal yang membuat Pawai Kebhinekaan ini istimewa adalah kehadiran peserta dari berbagai etnis dan profesi. Rubat Al Azhaar Tulungagung dikenal sebagai lembaga pendidikan untuk anak-anak kecil yang ingin menjadi hafidz-hafidzah sejak dini dan sekolah ini menerima santri-santri dari latar belakang yang beraneka ragam. Pawai ini adalah wujud konkret dari semangat toleransi dan harmoni yang diajarkan di Rubat Al Azhaar sendiri.
Pawai Kebhinekaan ini dimulai dari hall SMA Al Azhaar dan berjalan melalui sejumlah jalan utama di sekitar sekolah Tulungagung. Rute pawai ini dipenuhi dengan ratusan penonton yang memadati pinggir jalan untuk menyaksikan parade yang luar biasa ini. Para santri Rubat yang mengikuti pawai di dampingi oleh para assatidz dengan bangga turut menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia di sepanjang rute perjalanan pawai.
Untuk santri rubat, rute perjalanan tidak sejauh para santri lain dari jenjang yang lebih tinggi. Para santri kecil ini berjalan dari hall SMA Al Azhaar – Masjid Al Azhaar ke Timur – pertigaan ke selatan – samsat lama ke timur – RS dr Iskhak ke Utara – perempatan perum sobontoro indah ke barat – masjid al muhajirin.
Pawai Kebhinekaan ini bukan hanya sebuah acara, tetapi juga merupakan ekspresi nyata dari semangat persaudaraan dan toleransi. Selama pawai, peserta dari berbagai adat dan profesi bergandengan tangan dengan senyum kebahagiaan yang tulus. Senyum-senyum tulus inilah yang membuat acara pawai semakin mengena di hati para penonton.
Pawai Kebhinekaan Santri Al Azhaar Tulungagung menyampaikan pesan yang kuat untuk generasi muda Indonesia. Pesan tersebut adalah bahwa keragaman adalah kekuatan, bukan kelemahan. Semangat persatuan dalam keragaman adalah salah satu aset terbesar yang dimiliki Indonesia, dan generasi muda harus menjaga dan memperluas semangat ini.
Semoga perayaan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan keberagaman dan mempromosikan persatuan di seluruh negeri.